counters
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan

BEDA PAHAM FIQIH? LAPANG AJA JANGAN KERAS!

Imam Abu Nu’aim mengutip ucapan Imam Sufyan Ats Tsauri, sebagai berikut:
“Jika kau melihat seorang melakukan perbuatan yang masih diperselisihkan, padahal kau punya pendapat lain, maka janganlah kau mencegahnya.” (Imam Abu Nu’aim Al Asbahany, Hilayatul Auliya’, 3/133)

Pandangan Imam Malik Radhiallahu ‘Anhu
Imam Malik ketika berkata kepada Khalifah Abu Ja’far, tatkala Abu Ja’far ingin memaksa semua orang berpegang pada Al Muwatha’ (Himpunan hadits karya Imam Malik): “Ingatlah bahwa para sahabat Rasulullah telah berpencar-pencar di beberapa wilayah. Setiap kaum memiliki ahli ilmu. Maka apabila kamu memaksa mereka dengan satu pendapat, yang akan terjadi adalah fitnah sebagai akibatnya.” (Al Imam Asy Syahid Hasan Al Banna, Majmu’ah Ar Rasail, Mu’tamar Khamis, hal 187. Al Maktabah At Taufiqiyah)

Pandangan Imam Ahmad bin Hambal Radhiallahu’Anhu
Dalam kitab Al Adab Asy Syar’iyyah:
“Imam Ahmad berkata dalam sebuah riwayat Al Maruzi (Al Marwadzi), tidak seharusnya seorang ahli fiqih membebani manusia untuk mengikuti madzhabnya dan tidak boleh bersikap keras kepada mereka. Berkata Muhanna, aku mendengar Ahmad berkata, ‘ Barangsiapa yang mau minum nabidz (air perasan anggur) ini, karena mengikuti Imam yang membolehkan meminumnya, maka hendaknya dia meminumnya sendiri.” (Imam Ibnu Muflih, Al Adab Asy Syar’iyyah , Juz 1, hal. 212. Syamilah)

Para ulama beda pendapat tentang halal-haramnya air perasan anggur, namun Imam Ahmad menganjurkan bagi orang yang meminumnya, untuk tidak mengajak orang lain. Ini artinya Imam Ahmad bersikap, bahwa tidak boleh orang yang berpendapat halal, mengajak-ajak minum orang yang berpendapat haram.

Imam Yahya bin Ma’in Rahimahullah
Imam Adz Dzahabi Rahimahullah berkata tentang Yahya bin Ma’in:
Berkata Imam Al Junaid: “Aku mendengar Yahya bin Ma’in berkata: “Pengharaman nabidz (air perasan anggur) adalah benar, tetapi aku tidak berkomentar dan aku tidak mengharamkannya. Segolongan orang Sholih telah meminumnya dengan hadits-hadits Shahih dan segolongan orang Sholih lainnya mengharamkannya dengan dalil hadits-hadits yang Shahih pula. (Imam Adz Dzahabi, Siyar A’lam An Nubala, Juz. II, Hal. 88. Mu’asasah ar Risalah, Beirut –Libanon , Cet.9 , 1993 M- 1413 M)

Pandangan Imam An Nawawi Rahimahullah
Berkata Imam An Nawawi Rahimahullah:
“Dan adapun yang terkait masalah ijtihad, tidak mungkin orang awam menceburkan diri ke dalamnya, mereka tidak boleh mengingkarinya, tetapi itu tugas ulama. Kemudian, para ulama hanya mengingkari dalam perkara yang disepakati para Imam. Adapun dalam perkara yang masih diperselisihkan, maka tidak boleh ada pengingkaran disana. Karena berdasarkan dua sudut pandang setiap Mujtahid adalah benar. Ini adalah sikap yang dipilih oleh mayoritas para ulama peneliti (Muhaqqiq). Sedangkan pandangan lain mengatakan bahwa yang benar hanya satu dan yang salah kita tidak tahu secara pasti dan dia telah terangkat dosanya.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim , 1/131. Mawqi’ Ruh Al Islam)
Jadi, yang boleh diingkari hanyalah yang jelas-jelas bertentangan dengan Nash Qath’i dan Ijma’. Adapun zona ijtihadiyah, maka tidak boleh saling mengingkari.

Pandangan Imam Jalaluddin As Suyuthi Rahimahullah
Ketika membahas kaidah-kaidah syariat, Imam As Suyuthi berkata dalam kitab Al Asybah wa An Nazhair:
Kaidah yang ke-35, “Tidak boleh ada pengingkaran terhadap masalah yang masih diperselisihkan. Sesungguhnya pengingkaran hanya berlaku pada pendapat yang bertentangan dengan ijma’ (kesepakatan) para ulama.” (Imam As Suyuthi, Al Asybah wa An Nazhair, Juz 1, hal. 285. Syamilah)

Ini Dia Situs Jejaring Sosial Bernuansa Islami

MosqueLife: Nuansa Baru Jejaring Sosial Islami
“Anda menyukai Facebook? Anda mencintai al-Qur’an ? Jika ingin mewarnai Facebook dengan al-Qur’an, ada TOOL yang memudahkan …”
Maraknya perkembangan dunia internet telah menghasilkan banyak aplikasi yang mampu menjalin hubungan sosial antar pengguna internet. Sebut saja situs jejaring sosial facebook yang saat ini lagi sangat booming di tengah pengguna internet dunia.
Tidak sedikit umat Islam mencoba membuat nuansa baru dalam dunia jejaring sosial dengan membuat situs jejaring sosial ‘Islami’. Tercatat ada nahnumuslim.com, ruangmuslim.com dan masih banyak lagi situs sejenis yang dibuat kalangan Islam untuk umat Islam dalam rangka meramaikan dunia jejaring sosial di internet.
Dan situs jejaring sosial muslim asli Indonesia kembali dirilis. Dengan tajuk MosqueLife, situs jejaring sosial ini menampilkan nuansa baru dan beda dari situs jejaring sosial sejenis. Nuansa baru dalam situs jejaring sosial MosqueLife adalah adanya fasilitas check-in ke Al-Quran. “Have you Check-In to al-Qur’an today? Lets commit a time to read, understand and practise al-Qur’an…,” terpampang di halaman utama Mosquelife.
Eka Budhi Suprasetiawan yang lebih dikenal sebagai Eko BS, dalam obrolannya dengan Eramuslim.com mengatakan bahwa situs jejaring sosial buatan dirinya dan rekan-rekannya ini lebih memfokuskan kepada pentingnya Check-in ke Al-Quran. Dan menegaskan bahwa situs MosqueLife mencoba mengikuti tren popularitas check-in seperti layanan yang disediakan oleh situs Foursquare.
“Sebenarnya layanan ini kami hadirkan untuk mewarnai Facebook dengan konten yang menyegarkan,” kata Eko BS, dalam salah satu wawancara dengan VIVANews beberapa waktu yang lalu.
Kelebihan MosqueLife adalah adanya fasilitas untuk Check-in ke Al-Quran sehingga dengan fasilitas tersebut dapat membantu para Facebooker saling berbagi ayat-ayat Al-Quran kepada rekan-rekan mereka setiap hari, selain Facebooker dapat melihat ayat-ayat apa saja yang sedang hangat dibahas.
Menggunakan situs MosqueLife ini cukup mudah, para pengguna yang telah memiliki akun Facebook tinggal login ke MosqueLife menggunakan akun Facebooknya. Jika Facebooker dalam membaca ayat-ayat Al-Quran dan menemukan ayat yang menurutnya menarik untuk di share kepada rekan-rekannya, ia tinggal menekan tombol Check-In. Otomatis ayat Al-Quran tersebut akan dibagikan ke rekan-rekan Facebook lewat wall si pengguna.
Untuk saat ini MosqueLife baru bisa dimanfaatkan oleh pengguna PC Desktop atau notebook, namun kedepannya bisa juga diakses secara mobile lewat smartphone dan versi mobile-nya masih dalam tahap pengembangan.
“Visi kedepannya, MosqueLife akan mencoba menyatukan masjid-masjid dalam kolaborasi lintas organisasi bahkan lintas negara,” kata Eko BS kepada Eramuslim.com.
MosqueLife.com adalah bagian dari proyek Muslim Information Technology Association (MIFTA) dalam melahirkan 500 enterpreneur IT. Proyek ini dikelola oleh Ketua Umum MIFTA Dedy Rahman.

Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an

Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang kisah masuknya seorang dokter Amerika ke dalam Islam. Dari apa yang kuingat dari kisah yang indah ini adalah :
Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat. Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.

Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kerancuan ini terjadi disebabkan kecerobohan perawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut. Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim,
”Engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. Maka tunjukkanlah kepadaku cara mengetahui siapa ibu dari masing-masing bayi ini..!!”
Dokter Muslim itupun menjawab, ”Ya, Al-Qur’an telah menerangkan segala sesuatu dan akan aku buktikan kepadamu tentang hal itu. Biarkan kami mendiagnosa ASI kedua ibu dan kami akan menemukan jalan keluar.”

Setelah nampak hasil diagnosa, dengan sangat percaya diri dokter muslim itu memberitahu temannya si dokter Amerika, siapakah ibu sebenarnya dari masing-masing bayi tersebut…!!!!
Dokter Amerika itupun terheran-heran dan bertanya, ”Bagaimana kamu tahu?”
Dokter Muslim menajwab ”Sesungguhnya hasil yang nampak menunjukkan bahwasanya kadar banyaknya ASI pada payudara ibu si bayi laki-laki dua kali lipat kandungannya dibanding ibu si bayi perempuan. Perbandingan kadar garam dan vitamin pada ASI si ibu bayi laki-laki itu juga dua kali lipat dibanding ibu si bayi perempuan.”

Kemudian dokter muslim tersebut membacakan ayat Al-Qur’an yang dia jadikan dasar argumen dari jalan keluar itu,
”Bagi laki-laki seperti bagian dua perempuan.” (QS. An-Nisa:11)
Dan setelah mendengarkan dokter Amerika itu arti ayat tersebut, dia jadi bengong, dan dia menyatakan keislamannya secara spontan tanpa ragu-ragu.

Subhanallah, Maha Suci Allah Robb semesta alam.

Kisah Nyata Teladan Muslimah

Pengantar Redaksi Ulama Sunnah:
Berikut ini adalah Kisah Kehidupan Fathimah binti Abdil Malik bin Marwan, istri Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang begitu termasyhur dalam sejarah Islam. Kisah hidup beliau yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Muhibbuddin Al-Khathib di dalam Muqaddimah Adabuz Zifaf ini sungguh mengesankan, dan tidak ada pertanyaan yang patut dilontarkan kepada para muslimah berkenaan dengan cerita ini melainkan, “Bisakah kalian meniru beliau?”

Syaikh Muhibbudin Al-Khatibrahimahullah menuturkan, “Di saat menikah, Fathimah binti Amirul Mukminin (Abdul Malik bin Marwan) adalah anak dari seorang ayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi atas wilayah Syam, Iraq, Hijaz, Yaman, Iran, Sindustan, Kaukasus, Qaram (القرم), hingga belakang sungai: arah timur: Nigeria dan Genova, arah barat: Mesir, Sudan, Libya, Tunisia, Aljazair, Maroko Aqsa, dan Spanyol Barat.
Fathimah bukan saja putri khalifah tertinggi, tetapi juga saudara perempuan empat khalifah Islam: Al-Walid bin Abdil Malik, Sulaiman bin Abdil Malik, Yazid bin Abdil Malik,dan Hisyam bin Abdil Malik. Dan lebih dari itu, beliau adalah isteri dari khalifah paling agung yang dikenali Islam sesudah para khalifah di awal Islam, yaitu Amirul Mukminin Umar binAbdil Aziz.

Wanita utama ini merupakan anak perempuan khalifah, isteri khalifah, dan saudari empat khalifah. Beliau keluar dari rumah ayahnya ke rumah suaminyadi hari pernikahan dalam keadaan membawa berlimpah-ruah harta paling berharga yang dimiliki oleh seorang perempuan di atas permukaan bumi, berupa perhiasan dan intan permata. Ada yang mengatakan bahwa di antara perhiasannya itu dua anting Maria yang begitu masyhur dalam sejarah dan sering disenandungkan oleh para penyair.

Rumah tangga Umar bin Abdil Aziz dan istrinya berlangsung di rumah ayah Fathimah yang hidup dalam kenikmatan. Tiada seorang pun perempuan di dunia masa itu yang mempunyai kehidupan yang lebih dibandingkan Fathimah. Andaikan dia mau meneruskan gaya hidupnya di rumah suaminya maka tentu bejananya setiap hari dan setiap saat makan akan penuh dengan makanan yang paling enak, paling langka, dan paling mahal. Bila ingin menikmati segala macam kenikmatan yang dikenali manusia, niscaya beliau akan mampu melakukannya.”

Syaikh Muhibbuddin kemudian mengatakan, “Yang saya sampaikan berikut bukanlah omong kosong kalau sesungguhnya kehidupan megah dan mewah sangat mungkin akan merugikan kesehatan orang-orang kaya, sementara orang-orang sederhana bisa menikmati kesehatan. Kehidupan yang megah bisa menyebabkan seseorang mendapatkan rasa dengki, hasad, dan kebencian orang-orang miskin. Ditambah lagi, bagaimana pun cerianya kehidupan (yang mewah) lama kelamaan pun menjadi biasa dan membosankan. Apabila orang-orang yang mendapatkan puncak kenikmatan lantas bertemu dengan keadaan fakir maka jiwa mereka pun meminta lebih dari itu, dan mereka pun tidak sanggup mendapatkannya. Sedangkan orang yang hidup seimbang mengetahui bahwa tangan mereka bisa meraih apa yang lebih dari keadaan mereka dan mereka bisa mendapatkannya kapan pun mereka mau. Hanya saja mereka lebih memilih membebaskan diri darinya dan dari segala kebutuhan mewah agar mereka bisa lebih tinggi di atasnya dan agar mereka tidak menjadi budak syahwat.

Oleh karena itu, Khalifah Agung Umar bin Abdil Aziz memilih –dalam keadaan beliau sebagai raja terbesar di muka bumi saat itu- menetapkan pengeluaran rumah tangganya hanya beberapa dirham setiap harinya. Sang isteri Khalifah, anak Khalifah, dan saudari empat khalifah itu juga ridha dengan keadaan ini.
Fathimah pun menjadi sosok wanita yang dikagumi karena dia bisa menikmati rasa lezat qana’ah dan bersenang-senang dengan manisnya kesederhanaan. Sehingga lezat dan manisnya qanaah ini lebih enak dan memuaskan bagi beliau bila dibandingkan dengan semua kemewahan dan kemegahan yang sebelumnya beliau kenali.

Suami beliau, Umar bin Abdul Aziz pun kemudian menasehati beliau untuk naik dari sifat kekanak-kanakan, meninggalkan semua permainan dan barang rendahan yang dulu elok (berupa perhiasan mewah –ed.) bagi dua telinga, pundak, rambut, dan pergelangan tangannya, hal-hal yang sebenarnya tidak memberikan manfaat sama sekali yang apabila kemewahannya itu dijual, maka harganya akan bisa mengenyangkan perut para rakyat; kaum pria, wanita, maupun anak-anak.

Fathimah menyambut usul suaminya. Beliau beristirahat dari beratnya perhiasan, intan permata, dan mutiara yang telah dia bawa dari rumah ayahnya. Semuanya dia kirim ke BaitulMal untuk kepentingan kaum muslimin.

Setelah itu Amirul Mukminin pun wafat tanpa meninggalkan apa-apa bagi isteri dan anak-anaknya. Penanggung jawab Baitul Mal datang kepada Fathimah dan berkata kepadanya, “Wahai tuanku, sesungguhnya intan permatamu masih senantiasa seperti keadaannya semula. Sesungguhnya saya memandangnya sebagai barang amanah darimu, makanya saya simpan dengan baik hingga hari ini. Saya datang untuk meminta izinmu untuk mengembalikannya.”

Namun apa jawab Fathimah? Beliau menjawab kalau dirinya telah menghibahkannya ke Baitul Mal untuk kepentingan kaum muslimin sebagai ketaatan kepada Amirul Mukminin. Beliau katakan, “Aku tidak mau menaatinya ketika dia masih hidup lantas menentangnya ketika dia sudah wafat”.

Fathimah enggan menarik kembali harta yang halal dan warisannya yang bernilai milyaran itu, walaupun pada saat itu beliau butuh beberapa dirham. Oleh karena itulah Allah menuliskan kekekalan nama bagi dirinya (namanya tetap dikenang sampai saat ini –). Dan termasuklah kita saat ini menyebutkan tentang harta bendanya yang melimpah dan ketinggian derajat beliau, sedangkan kita sudah terpisah berabad-abad darinya. Semoga Allah merahmati beliau dan meninggikan tingkatannya di surga kenikmatan.


Sesungguhnya kehidupan yang paling enak ialah kehidupan sederhana dalam segala sesuatu. Betapa pun suatu kehidupan itu kurang atau nikmat maka kalau orangnya menjalani terus dia akan merasa biasa. Kebahagiaan itu ada di saat ada perasaan ridha, dan orang yang merdeka ialah orang yang bebas dari semua yang tidak dia butuhkan. Inilah kekayaan dalam pengertian Islam dan kemanusiaan, semoga Allah menjadikan kita termasukdi dalamnya.”

Kisah Bocah Dalam Gendongan

Kisah Bocah dalam Gendongan yang Berbicara Memohon kepada Allah Agar Tidak Menjadikannya Seperti Orang yang Sombong

Pengantar
Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam menyatakan bahwa ada tiga bayi yang bisa berbicara sepanjang sejarah manusia. Yang pertama adalah Isa Alaihis Salam. Kisahnya disebutkan di dalam Al-Qur’an. Yang kedua adalah bayi Juraij dan kisahnya akan dijelaskan kemudian, dan yang ketiga adalah bayi yang
menyelisihi harapan ibunya.

Teks Hadits
Bukhari meriwayatkan dalam Shahih -nya dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam beliau bersabda, “Di kalangan Bani Israil terdapat seorang wanita yang menyusui putranya. Lalu seorang laki-laki berkendara dan berpenampilan menawan melewatinya. Wanita itu berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah anakku seperti orang ini.’ Anak yang disusuinya itu meninggalkan susunya dan memandang laki-laki si pengendara dan berkata, ‘Ya Allah, janganlah Engkau menjadikanku sepertinya.’ Kemudian dia meneruskan mengisap susunya.” Abu Hurairah berkata, “Seolah-olah aku melihat Nabi mengisap jarinya.”
“Selanjutnya seorang hamba wanita melewatinya. Ibu berkata, ‘Ya Allah jangan jadikan anakku sepertinya.’ Anak itu meninggalkan susunya dan berkata, ‘Ya Allah, jadikan aku sepertinya.’ Wanita itu bertanya, ‘Mengapa begitu?’ Dia menjawab, ‘Pengendara itu adalah salah seorang yang sombong, sementara hamba sahaya wanita itu dituduh berzina dan mencuri, padahal dia tidak melakukannya.’”
Teks hadits dalam riwayat Muslim, “Manakala seorang bayi sedang menyusu dari ibunya, seorang pengendara dengan penampilan menarik lewat dengan kendaraan yang mewah. Ibunya berkata, ‘Ya Allah jadikanlah anakku seperti orang ini.’ Lalu anaknya meninggalkan puting susu ibunya, memandang laki-laki pengendara itu dan berkata, ‘Ya Allah jangan jadikan aku sepertinya.’ Kemudian dia kembali kepada susunya dan meneruskan menyusu.” Abu Hurairah berkata, “Seolah-olah aku melihat Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam sementara beliau menceritakan bagaimana anak itu menyusu dengan jari telunjuknya di mulutnya, maka beliau mengisapnya.” Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, “Lalu mereka melewati seorang hamba sahaya yang dipukuli oleh orang-orang. Mereka berkata kepadanya, ‘Kamu telah berzina dan mencuri.’ Sementara hamba sahaya itu menjawab, ‘Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.’ Ibu itu berkata, ‘Ya Allah, jangan jadikan anakku sepertinya.’ Lalu si anak meninggalkan susunya dan melihat hamba sahaya itu dan berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia.’”
Pada saat itulah terjadi perbincangan antara ibu dengan bayi yang disusuinya. Ibunya berkata, “Semoga lehermu sakit. Telah lewat seorang laki-laki dengan penampilan menarik dan aku berkata, ’Ya Allah jadikanlah anakku sepertinya,’ tapi kamu berkata,‘Ya Allah jangan jadikan diriku sepertinya.’ Lalu lewatlah seorang hamba sahaya wanita yang dipukuli dan mereka berkata kepadanya, ‘Kamu telah berzina dan mencuri.’ Lalu aku berkata, ‘Jangan jadikan anakku sepertinya.’ Dan kamu berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah diriku seperti dia.’ Anaknya menjawab, ‘Laki-laki itu adalah laki-laki yang sombong,’ maka aku berkata, ‘Ya Allah jangan jadikan aku sepertinya.’ Dan sesungguhnya wanita yang mereka tuduh berzina dan mencuri, sebenarnya dia tidak berzina dan mencuri. Maka aku berkata, ‘Ya Allah jadikanlah aku sepertinya.’”

Takhrij Hadits
Takhrij hadits akan dijelaskan dalam kisah Juraij. Kedua kisah tertuang dalam satu hadis.

Penjelasan Hadits
Dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam menyampaikan tentang tiga orang yang bisa berbicara semasa dalam buaian. Isa adalah yang pertama. Bayi Juraij adalah yang kedua, dan yang ketiga adalah bocah yang menyusu ibunya sambil duduk di persimpangan jalan. Dalam kondisi itu datanglah seorang pengendara dengan penampilan yang sangat bagus. Pakaian dan kendaraan yang ditungganginya menunjukkan bahwa dia adalah pemilik nikmat dan kekayaan. Dari penampilannya pula menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang muda, kuat, lagi sehat. Wanita ini mengaguminya, dan dia memohon kepada Allah supaya menjadikan anaknya seperti laki-laki itu. Anaknya meninggalkan susu ibunya dan berkata, “Ya, Allah, jangan jadikan aku sepertinya.” Setelah itu dia meneruskan menyusu pada ibunya. Rasulullah menceritakan kepada kita bagaimana anak itu menyusu. Beliau meletakkan jarinya yang mulia di mulutnya dan menghisapnya. Ini menunjukkan bahwa menyusunya bocah itu adalah menyusu yang sebenarnya dan Rasulullah tidak bermaksud pada arti yang majazi (kiasan).
Tidak lama berselang, sekelompok orang melewati wanita itu. Mereka menyeret dan memukuli seorang hamba sahaya. Mereka berkata kepadanya, “Kamu telah berzina dan mencuri.” Dan si hamba sahaya menjawab, “Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.” Maka wanita itu berdoa agar anaknya tidak seperti hamba sahaya tersebut. Bayi itu langsung meninggalkan susunya dan berdoa supaya dijadikan seperti dia.
Pada saat itulah terjadi perbincangan antara ibu dengan anaknya. Ibu itu bertanya kepada bayinya mengapa dia berdoa yang menyelisihi doanya. Maka si bayi itu memberitahu bahwa laki-laki berpenampilan menarik itu adalah seorang kafir yang durhaka lagi sombong. Adapun hamba sahaya, dia adalah seorang wanita shalehah yang mereka tuduh melakuakan sesuatu yang tidak dilakukannya.

Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadits
1. Manusia terkadang meminta sesuatu yang justru merugikan dirinya dan berlari dari sesuatu yang baik baginya. Ibu ini memohon agar anaknya menjadi seperti laki-laki kafir lagi sombong, sementara dia tidak menyadari bahwa hal itu berarti mencelakakan anaknya. Wanita itu memohon agar anaknya tidak seperti wanita shalihah tersebut, padahal kebaikan menuntut seperti wanita itu dalam keshalihan dan ketakwaanya, walaupun dia dituduh telah melakukan sesuatu secara dusta dan palsu.
2. Hendaknya para dai menggunakan sarana pembelajaran untuk menjelaskan, menerangkan dan memantapkan ilmu di dalam jiwa sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah ketika beliau meletakkan jarinya di mulutnya untuk menceritakan bagaimana anak itu menyusu dari ibunya. Hal ini banyak ditemukan di dalam hadits-hadits yang mulia. Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam telah menjelaskan firman Allah, “Dan bahwa kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya.” (Al An’am: 153). Nabi membuat garis di atas pasir seraya bersabda, “Inilah jalan yang lurus.” Beliau juga meletakkan garis-garis di kanan dan kirinya dan berkata, “Inilah jalan-jalan yang di masing-masing jalan terdapat setan penyeru.”
3. Allah menjadikan di setiap zaman, ayat-ayat yang menunjukkan kebesaran-Nya dan dengannya Dia diketahui. Muncul nilai-nilai yang dicintai oleh Allah dan nilai-nilai yang dibenci oleh Allah; di antaranya adalah ucapan bayi ini, ketidak realaannya terhadap keadaan laki-laki yang sombong tersebut, dan kerelaannya terhadap dirinya agar bisa seperti hamba sahaya wanita itu.

Cara Mencari (mendapatkan) SN dari no.ID Aplikasi Gratis Islami-jar

Bismillahirrokhmanirrokhim...
Alhamdulillah, semoga sholawat dan sallam Allah limpahkan atas nabi Muhammad Sholallahu 'alai wasallam dan kepada keluarganya dan para pengikutnya yang baik hingga akhir zaman.

 Sebenarnya no.ID telah kami tiadakan di file-file yang terbaru, akan tetapi banyak dari saudara kita yang masih memakai file jar lama, sehingga SN diperlukan.

Baiklah, mungkin karena berbagai alasan, ada perlunya kami tunjukkan cara mencari SN dari suatu no.ID aplikasi gratis islami-jar.

Langsung saja:

No.ID yang umum ada lima angka, contohnya no.ID 52506 untuk mendapatkan SN-nya secara mudah, dari lima angka tersebut kita bagi tiga grup:

grup pertama satu angka yaitu 5
grup kedua dua angka yaitu 25
dan grup terakhir dua angka yaitu 06

Ketentuan di grup pertama adalah angka 1 sampai 7
jika 1 maka hasilnya 41A
jika 2 maka hasilnya 51S
jika 3 maka hasilnya 53S
jika 4 maka hasilnya 12R
jika 5 maka hasilnya 14K
jika 6 maka hasilnya 10J
jika 7 maka hasilnya 54S

Ketentuan di grup kedua dan ketiga tinggal dijumlahkan saja, misal 25 + 06 = 31

Dari ketentuan-ketentuan di atas maka bisa kita dapatkna bahwa untuk mendapatkan SN dari no.ID 52506 adalah 14K31

Contoh lainnya:
no.ID 62606 SN 10J32
no.ID 72706 SN 54S33
no.ID 12806 SN 41A34
no.ID 22906 SN 51S35
no.ID 33006 SN 53S36
no.ID 43106 SN 12R37
no.ID 50107 SN 14K08

Semoga penjelasan yang singkat dan sederhana ini bisa membatu...
Aamiin...

AKU INGIN BERJUANG

Seorang pemuda belia dari kabilah Aslam sedang termenung sendirian agaknya dia sedang sibuk memikirkan sesuatu yang membebani hatinya. Pemuda itu bertubuh kuat, gagah, penuh gairah untuk menghadapi masa depan yang penuh berbagai tantangan. Badanya tegap dan kuat, sanggup untuk dihadapkan pada perjuangan seperti yang sedang dilakukan oleh yang lain, jihad fisabilillah. Adakah jalan yang lebih afdol dan lebih mulia dari jihad fisabilillah..? Rasa-rasanya tak ada. Sebab itulah satu-satunya jalan jika memang benar-benar telah menjadi tujuan dan niat suci untuk mencari restu dn ridho Allah SWT.

“Demi Allah, inilah satu kesempatan yang sangat baik”, kata hati pemuda itu. Yah,…..sebab disana, serombongan kaum muslimin sedang bersiap menuju juang jihad fisabilillah. Sebagian sudah berangkat, sebagian lagi baru datang, dan akan segera berangkat. Semuanya menampakan wajah yang senang, pasrah, dan tenang dengan satu iman yang mendalam. Wajah-wajah mereka membayangkan suatu keyakinan penuh, bahwa sebelum ajal berpantang mati. Maut akan menimpa diman pun kita berada. yakin bahwa umur itu satu. kapan kan sampai batasnya, hanya Allah yang maha tahu. Bagaimana sebab dan kejadianya, takdir Allah lah yang menentukan.


Maut, adalah sesuatu yang tak dapat dihindari manusia. Dia pasti datang menjemput manusia. Entah disaat manusia sedang duduk, diam di rumah, atau mungkin berada dalam perlindungan benteng yang kokoh, mungkin pula sedang bersembunyi ditempat persembunyiannya, di gua yang gelap, di jalan raya yang ramai, ataukah di medan peperangan. Bahkan bukan mustahil maut akan menjemput kala manusia sedang tidur, di atas temapt tidurnya. Semua itu hanya Allah lah yang berkuasa, dan berkehendak atasnya.

Menunggu kedatangan maut memang masa-masa yang paling mendebarkan jiwa. Betapa tidak? Hanya sendirilah yang dapat dibawa menghadap penguasa yang Esa kelak. Medan juang fisabillah tersedia bagi mereka yang kuat. Penuh keberanian dan keikhlasan mencari ridho Allah semata. Mereka yang berjiwa suci ditengah-tengah tubuh yang perkasa. Angan-angan ikhlas yang disertai hati yang bersih. Memang, saat itu keberanian telah menjiwai setiap kalbu kaum muslimin. Panggilan dan dengungan untuk jihad fisabilillah merupakan angan-angan dan tujuan harapan mereka. Mereka yakin, dibalik hiruk-pikuknya peperangan Allah telah menjanjikan imbalan yang setimpal baginya. Selain dengan itu dia dapat membersihkan jiwanya dari berbagi noda. Baik itu berupa noda-noda aqidah, niat-niat jahat, berbagi dosa perbuatan ataupun kekotoran muamalah yang lain. Pengorbanan mereka yang mulia itu menunjukan kepribadian yang baik dan luhur. Semua sesuai dengan ajaran agama yang murni. Pantas menjadi contoh dan teladan, bahkan sebagai mercu suar yang menerangi dunia dan isi alam semesta.

Itulah renungan hati pemuda Aslam yang gagah itu. Sepenuh hati dia berkata seolah kepada diri sendiri. “Harus ! harus dan mesti aku berbut sesuatu. Jangan kemiskinan dan kefakiran ini menjadi hamabtan dan penghalang mencapai tujuanku.”

Mantap, penuh keyakinan dan semangat yang tinggi pemuda tersebut ini menggabungkan diri dengan pasukan kaum muslimin. Usia pemuda itu memang masih belia, namun cara berfikir dan jiwanya cukup matang, kemauanya keras, ketangksan dan kelincahan menjadi jaminan kegesitanya di medan juang. Namun mengapa pemuda yang begitu bersemangat itu tak dapat ikut serta dalam barisan pejuan? Seababnya hanya satu. Dia tidak mempunyai bekal dan senjata apa-apa yang dapat dipakainya untuk berperang karena kemiskinan dan kefakiranya. Sebab pikirnya, tidak mungkin untuk terjuan ke medan perjuangan tanpa senjata apapun. Tanpa senjata dia tidak mampu melakukan apapun. Bahkan dia tidak akan berfungsi apa-apa.
Mungkin untuk menyelamatkan diri saja, dia tidak mampu. Inilah yang menjadikan pemuda itu berfikir panjang lebar. Otaknya bekerja keras agar hasratnya yang besar berjuang dapat tercapai.

BERDIAM DIRI

Berdiam diri
Berharap tak seorang pun peduli
Meski sepi
Asalkan hening menyapa hati
Jangan tanya mengapa terjadi
Karena baiknya memang harus begini

Kutak akan berlari
Cukup diamkan diri
Mengantar resah berlalu pergi
Jika nanti waktu berhenti
Semoga tlah kutemukan jati diri
Dan kugapai diri sejati

Setelah Jati diri Kudapati
Siapku untuk menjemput Dambaan Hati
Membantu sesama dan saling mengasihi
Untuk meraih Ridho Ilahi

Saat mulutku diam, pikiranku mulai berbicara.
Saat pikiranku diam, hatikulah yang berbicara,
Dan di saat hatiku diam, maka Allah Ta'alla yang berkalam.

MISTERY KENDARAAN BOUROQ

Kalau dilihat dalam kamus bahasa, maka kita akan menemukan istilah "buraq" yang diartikan sebagai "Binatang kendaraan Nabi Muhammad Saw", dia berbentuk kuda bersayap kiri kanan. Dalam pemakaian umum "buraq" itu berarti burung cendrawasih yang oleh kamus diartikan dengan burung dari surga (bird of paradise).

Sebenarnya "buraq" itu adalah istilah yang dipakai dalam AlQur'an dengan arti "kilat" termuat pada ayat 2/19, 2/20 dan 13/2 dengan istilah aslinya "Barqu".

Para sarjana telah melakukan penyelidikan dan berkesimpulan bahwa kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300 Kilometer perdetik. Dengan penyelidikan yang memakai sistem paralax, diketahui pula jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil dan dilintasi oleh sinar dalam waktu 8 menit.

Jarak sedemikian besar disebut 1 AU atau satu Astronomical Unit, dipakai sebagai ukuran terkecil dalam menentukan jarak antar benda angkasa. Dan kita sudah membahas bahwa Muntaha itu letaknya diluar sistem galaksi bimasakti kita, dimana jarak dari satu galaksi menuju kegalaksi lainnya saja sekitar 170.000 tahun cahaya. Sedangkan Muntaha itu sendiri merupakan bumi atau planet yang berada dalam galaksi terjauh dari semua galaksi yang ada diruang angkasa.

Amatlah janggal jika kita mengatakan bahwa buraq tersebut dipahami sebagai binatang atau kuda bersayap yang dapat terbang ke angkasa bebas. Orang tentu dapat mengetahui bahwa sayap hanya dapat berfungsi dalam lingkungan atmosfir planet dimana udara ditunda kebelakang untuk gerak maju kemuka atau ditekan kebawah untuk melambung keatas.

Udara begitu hanya berada dalam troposfir yang tingginya 6 hingga 16 Km dari permukaan bumi, padahal buraq itu harus menempuh perjalanan menembusi luar angkasa yang hampa udara dimana sayap tak berguna malah menjadi beban. Dengan kecepatan kilat maka binatang kendaraan itu, begitu juga Nabi yang menaiki, akan terbakar dalam daerah atmosfir bumi, sebaliknya ketiadaan udara untuk bernafas dalam menempuh jarak yang sangat jauh sementara itu harus mengelakkan diri dari meteorities yang berlayangan diangkasa bebas.

Semua itu membuktikan bahwa Nabi Muhammad Saw bukanlah melakukan perjalanan mi'rajnya dengan menggunakan binatang ataupun hewan bersayap sebagaimana yang diyakini oleh orang selama ini.
Penggantian istilah dari Barqu yang berarti kilat menjadi buraq jelas mengandung pengertian yang berbeda, dimana jika Barqu itu adalah kilat, maka buraq saya asumsikan sebagai sesuatu kendaraan yang mempunyai sifat dan kecepatannya diatas kilat atau sesuatu yang kecepatannya melebihi gerakan sinar.

Menurut akal pikiran kita sehari-hari yang tetap tinggal dibumi, jarak yang demikian jauhnya tidak mungkin dapat dicapai hanya dalam beberapa saat saja. Untuk menerobos garis tengah jagat raya saja memerlukan waktu 10 milyard tahun cahaya melalui galaksi-galaksi yang oleh Garnow disebut sebagai fosil-fosil jagad raya dan selanjutnya menuju alam yang sulit digambarkan jauhnya oleh akal pikiran dan panca indera manusia dengan segala macam peralatannya, karena belum atau bahkan tidak diketahui oleh para Astronomi, galaksi yang lebih jauh dari 20 bilyun tahun cahaya. Dengan kata lain mereka para Astronom tidak dapat melihat apa yang ada dibalik galaksi sejauh itu karena keadaannya benar-benar gelap mutlak.

Untuk mencapai jarak yang demikian jauhnya tentu diperlukan penambahan kecepatan yang berlipat kali kecepatan cahaya. Sayangnya kecepatan cahaya merupakan kecepatan yang tertinggi yang diketahui oleh manusia sampai hari ini atau bisa jadi karena parameter kecepatan cahaya belum terjangkau oleh manusia.
Dalam AlQur'an kita jumpai betapa hitungan waktu yang diperlukan oleh para malaikat dan ruh-ruh orang yang meninggal kembali kepada Tuhan:
Naik malaikat-malaikat dan ruh-ruh kepadaNya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
(QS. 70:4)

Ukuran waktu dalam ayat diatas ada para ahli yang menyebut bahwa angka 50 ribu tahun itu menunjukkan betapa lamanya waktu yang diperlukan penerbangan malaikat dan Ar-Ruh untuk sampai kepada Tuhan.
Namun bagaimanapun juga ayat itu menunjukkan adanya perbedaan waktu yang cukup besar antara waktu kita yang tetap dibumi dengan waktu malaikat yang bergerak cepat sesuai dengan pendapat para ahli fisika yang menyebutkan "Time for a person on earth and time for a person in hight speed rocket are not the same", waktu bagi seseorang yang berada dibumi berbeda dengan waktu bagi orang yang ada dalam pesawat yang berkecepatan tinggi.

Perbedaan waktu yang disebut dalam ayat diatas dinyatakan dengan angka satu hari malaikat berbanding 50.000 tahun waktu bumi, perbedaan ini tidak ubahnya dengan perbedaan waktu bumi dan waktu elektron, dimana satu detik bumi sama dengan 1.000 juta tahun elektron atau 1 tahun Bima Sakti = 225 juta tahun waktu sistem solar.

Jadi bila malaikat berangkat jam 18:00 dan kembali pada jam 06.00 pagi waktu malaikat, maka menurut perhitungan waktu dibumi sehari malaikat = 50.000 tahun waktu bumi. Dan untuk jarak radius alam semesta hingga sampai ke Muntaha dan melewati angkasa raya yang disebut sebagai 'Arsy Ilahi, 10 Milyard tahun cahaya diperlukan waktu kurang lebih 548 tahun waktu malaikat.

Namun malaikat Jibril kenyataannya dalam peristiwa Mi'raj Nabi Muhammad Saw itu hanya menghabiskan waktu 1/2 hari waktu bumi /maksimum 12 Jam/ atau = 1/100.000 tahun Jibril.
Kejadian ini nampaknya begitu aneh dan bahkan tidak mungkin menurut pengetahuan peradaban manusia saat ini, tetapi para ilmuwan mempunyai pandangan lain, suatu contoh apa yang dikemukakan oleh Garnow dalam bukunya Physies Foundations and Frontier antara lain disebutkan bahwa jika pesawat ruang angkasa dapat terbang dengan kecepatan tetap /cahaya/ menuju kepusat sistem galaksi Bima Sakti, ia akan kembali setelah menghabiskan waktu 40.000 tahun menurut kalender bumi. Tetapi menurut sipengendara pesawat /pilot/ penerbangan itu hanya menghabiskan waktu 30 tahun saja. Perbedaan tampak begitu besar lebih dari 1.000 kalinya.

Contoh lain yang cukup populer, yaitu paradoks anak kembar, ialah seorang pilot kapal ruang angkasa yang mempunyai saudara kembar dibumi, dia berangkat umpamanya pada usia 0 tahun menuju sebuah bintang yang jaraknya dari bumi sejauh 25 tahun cahaya. Setelah 50 tahun kemudian sipilot tadi kembali kebumi ternyata bahwa saudaranya yang tetap dibumi berusia 49 tahun lebih tua, sedangkan sipilot baru berusia 1 tahun saja. Atau penerbangan yang seharusnya menurut ukuran bumi selama 50 tahun cahaya pulang pergi dirasakan oleh pilot hanya dalam waktu selama 1 tahun saja.

Dari contoh-contoh diatas menunjukkan bahwa jarak atau waktu menjadi semakin mengkerut atau menyusut bila dilalui oleh kecepatan tinggi diatas yang menyamai kecepatan cahaya.

Kembali pada peristiwa Mi'raj Rasulullah bahwa jarak yang ditempuh oleh Malaikat Jibril bersama Nabi Muhammad dengan Buraq menurut ukuran dibumi sejauh radius jagad raya ditambah jarak Sidratul Muntaha pulang pergi ditempuh dalam waktu maksimal 1/2 hari waktu bumi (semalam) atau 1/100.000 waktu Jibril atau sama dengan 10-5 tahun cahaya, yaitu kira-kira sama dengan 9,46 X 10 -23 cm/detik dirasakan oleh Jibril bersama Nabi Muhammad (bandingkan dengan radius sebuah elektron dengan 3 X 19-11 cm) atau kira-kira lebih pendek dari panjang gelombang sinar gamma.

Nah, Barkah yang disebut dalam Qur'an yang melingkupi diri Nabi Muhammad Saw adalah berupa penjagaan total yang melindungi beliau dari berbagai bahaya yang dapat timbul baik selama perjalanan dari bumi atau juga selama dalam perjalanan diruang angkasa, termasuk pencukupan udara bagi pernafasan Rasulullah Saw selama itu dan lain sebagainya.

Jadi, sekarang kita bisa mendeskripsikan tentang kendaraan bernama Buraq ini sedemikian rupa, apakah dia berupa sebuah pesawat ruang angkasa yang memiliki kecepatan diatas kecepatan sinar dan kecepatan UFO ?

Ataukah dia berupa kekuatan yang diberikan Allah kepada diri Rasulullah Saw sehingga Rasul dapat terbang diruang angkasa dengan selamat dan sejahtera, bebas melayang seperti seorang Superman?

Sebagai suatu wahana yang sanggup membungkus dan melindungi jasad Rasulullah sedemikian rupa sehingga sanggup melawan/mengatasi hukum alam dalam hal perjalanan dimensi. Sekaligus didalamnya tersedia cukup udara untuk pernafasan Nabi Muhammad Saw dan penuh dengan monitor-monitor yang memungkinkan Nabi untuk melihat keluar ataupun juga monitor-monitor yang bersifat "Futuristik", yaitu monitor yang memberikan gambaran kepada Rasulullah mengenai keadaan umatnya sepeninggal beliau nantinya.
Bukankah ada banyak juga hadist shahih yang mengatakan bahwa selama perjalanan menuju ke Muntaha itu Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan pemandangan-pemandangan yang luar biasa? Apakah aneh bagi Anda jika Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan oleh Allah (melalui monitor-monitor futuristik tersebut) terhadap apa-apa yang akan terjadi dikemudian hari? Apakah Anda akan mengingkari bahwa jauh setelah sepeninggal Rasul ada banyak sekali manusia-manusia yang mampu meramalkan ataupun melihat masa depan seseorang ?

Dalam dunia komputer kita mengenal virtual reality (VR) yaitu penampakan alam nyata ke dalam dimensi multimedia digital yang sangat interaktif sehingga bagaikan keadaan sesungguhnya. Apakah tidak mungkin Rasulullah telah merasakan fasilitas VR dari Allah Swt untuk mempresentasikan kepada kekasihNya itu surga dan neraka yang dijanjikanNya?

Anda pasti pernah mendengar sebutan "Paranormal" bukan? Jika anda mempercayai semua itu, maka apalah susahnya bagi anda untuk mempercayai bahwa hal itupun terjadi pada diri Rasulullah Saw, hanya saja bedanya bahwa semua itu merupakan gambaran asli dari Allah Swt yang sudah pasti kebenarannya tanpa bercampur dengan hal-hal yang batil. Hal ini juga bisa kita buktikan dengan banyaknya ramalan-ramalan Nabi terhadap keadaan umat Islam setelah beliau tiada dan menjadi kenyataan tanpa sedikitpun meleset? Darimana Rasulullah dapat melakukannya jika tidak diperlihatkan oleh Allah sebelumnya ?

Allah memberikan kebijaksanaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.
(QS. 2:269)
Hikmah dalam ayat 2:269 dan ayat-ayat lainnya, saya artikan sebagai kebijaksanaan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya, kebijaksanaan ini berarti sangat luas, baik dalam bidang ilmu pengetahuan dunia atau akhirat, sebagai perwujudan dari Rahman dan RahimNya.

Didalam Hadist disebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw berangkat ke Muntaha dengan ditemani oleh malaikat Jibril yang didalam AlQur'an surah 53:6 dikatakan memiliki akal yang cerdas. Dan dalam perjalanan itu Nabi diberikan kendaraan bernama Buraq yang kecepatannya melebihi kecepatan sinar. Selanjutnya selama perjalanan Nabi banyak bertanya kepada malaikat Jibril tentang apa-apa yang diperlihatkan oleh Allah kepadanya, ini menunjukkan bahwa Nabi dan Jibril berada dalam jarak yang berdekatan. Tidak mungkinkah Jibril ini yang mengemudikan Buraq untuk menuju ke Muntaha? Dalam kata lain, Jibril sebagai pilot dan Muhammad sebagai penumpang?

Bukankah Muhammad sendiri baru pertama kali itu mengadakan perjalanan ruang angkasa, sementara Jibril telah ratusan atau bahkan jutaan kali melakukannya didalam mengemban wahyu yang diamanatkan oleh Allah? Jika dikatakan Nabi sebagai pilot, dari mana Nabi mengetahui arah tujuannya berikut tata cara pengemudian Buraq ini, apalagi ditambah dengan banyaknya visi-visi alias Virtual Reality yang diberikan oleh Allah kepada beliau selama perjalanan dan mengharuskannya mengajukan beragam pertanyaan kepada Jibril? Namun jika kita kembalikan pada pendapat saya semula bahwa Jibril dalam hal ini berlaku sebagai pilot dan Nabi sebagai penumpang, maka semua pertanyaan dan keraguan yang timbul akan hilang.

Dalam hal ini Jibril adalah pilot terbang berpengalaman, ia juga sangat cerdas, sementara atas diri Nabi sendiri sudah diberikan oleh Allah Barqah disekeliling beliau, sehingga setiap perubahan yang terjadi dalam perjalanan, seperti goyangnya pesawat, tekanan gravitasi yang hilang, udara dan lain sebagainya tidak akan berpengaruh apa-apa pada diri Nabi yang mulia ini. Dan keadaan yang tanpa pengaruh apa-apa itu memungkinkan bagi Nabi untuk mengadakan pertanyaan-pertanyaan atas visi-visi yang dilihatnya itu sekaligus dapat melihatnya secara jelas/Virtual Reality .

Kembali pada Jibril yang senantiasa meminta izin didalam memasuki setiap lapisan langit kepada malaikat penjaga, itu dikarenakan bahwa mereka tidak mengenali Jibril yang berada didalam Buraq itu, sehingga begitu Jibril menjawab, mereka baru bisa mengenali suaranya dan melakukan pendeteksian secara visi keadaan dalam Buraq sehingga nyatalah bahwa yang datang itu benar-benar Jibril.

Didalam Hadist juga disebutkan bahwa malaikat penjaga langit itu juga menanyakan tentang identitas sosok manusia yang dibawa oleh malaikat Jibril, yang tidak lain dari Rasulullah Muhammad Saw. Dan dijelaskan oleh Jibril bahwa Rasulullah Saw diutus oleh Allah dan telah pula diperintahkan untuk naik ke Muntaha. (Hadist mengenai ini diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dan dinyatakan oleh jumhur ulama dari ahlussunnah sebagai Hadist yang shahih).

Hal ini memang berkesan lucu bagi sebagian orang, apalagi mengingat bahwa Nabi adalah manusia yang paling mulia yang mendapatkan kedudukan terhormat yang bisa dibuktikan dengan bersandingnya nama Allah dan nama beliau dalam dua buah khalimah syahadat yang tidak boleh dicampuri, ditambah atau dikurangi dengan berbagai nama lain karena tiada hak bagi makhluk lainnya mencampuri masalah ini. Namun justru disinilah letak kebesaran Tuhan. Semuanya sengaja dipertunjukkan secara ilmiah kepada Nabi agar beliau dapat membuktikan sendiri betapa ketatnya penjagaan langit itu sebenarnya.

Dalam hal ini bisa diasumsikan bahwa yang disebut dengan lapisan langit pada Muntaha itu adalah berupa planet-planet yang terdekat dengan "bumi-muntaha", hal ini saya hubungkan dengan pernyataan Qur'an pada surah 72:9 bahwa Jin atau Iblis itu dapat menduduki beberapa tempat. Mampu menduduki tempat disana artinya mampu berdiam ditempat tersebut, dan karena tempat itu ganda (beberapa tempat), maka jelas tempat itu bukan Muntaha itu sendiri, namun tempat yang terdekat dari Muntaha.

Sesuai dengan kajian saya sebelumnya, bahwa Muntaha itu berupa bumi yang disekitarnya juga terdapat planet-planet, maka planet-planet itulah tempat atau posisi para syaithan itu berdiam dahulunya untuk mencuri dengar berita-berita langit.

Muntaha sendiri berarti "Dihentikan" atau bisa juga kita tafsirkan sebagai tempat terakhir dari semua urusan berlabuh. Tempat yang menjadi perbatasan segala pencapaian kepada Tuhan.
Sidrah berarti "Teratai" yaitu bunga yang berdaun lebar, hidup dipermukaan air kolam atau telaga. Uratnya panjang mencapai tanah dasar air tersebut. Bilamana pasang naik, teratai akan ikut naik, dan bila pasang surut diapun akan turun, sementara uratnya tetap terhujam pada tanah dasar tempatnya bertumbuh.
Teratai yang berdaun lebar menyerupai keadaan planet yang memiliki permukaan luas, sungguh harmonis untuk tempat kehidupan makhluk hidup. Teratai berurat panjang mencapai tanah dasar dimana dia tumbuh tidak mungkin bergerak jauh, menyerupai keadaan planet yang selalu berhubungan dengan matahari darimana dia tidak mungkin bergerak jauh dalam orbit zigzagnya dari garis ekliptik. Dan air dimana teratai berada menyerupai angkasa luas dimana semua planet yang ada mengorbit mengelilingi matahari.
Turun naik teratai dipermukaan air berarti orbit planet mengelilingi matahari berbentuk oval, bujur telur, dimana ada titik Perihelion yaitu titik terdekat pada matahari yang dikitarinya, begitupula ada titik Aphelion, titik terjauh dari matahari. Sewaktu planet berada di Aphelionnya dia bergerak lambat. Keadaan gerak demikian membantu kestabilan orbit setiap planet yang mulanya hanya didasarkan atas kegiatan magnet yang dimilikinya saja.

Allah sendiri tidak berposisi di Muntaha, meskipun Muntaha itu merupakan planet terjauh dan terpinggir dalam bentangan alam semesta sekaligus sebagai dimensi tertinggi, dimana mayoritas malaikat berada disana sembari memuji dan bertasbih kepada Allah, ia hanyalah sebagai suatu tempat ciptaan Allah yang pada hari kiamat kelak akan dileburkan pula dan semua isinya, termasuk para malaikat itu akan mati kecuali siapa yang dikehendakiNya saja (QS. 27:87), hanya Allah sajalah satu-satunya dimensi Tertinggi yang kekal dan abadi (QS. 2:255).

Semoga bermanfaat...

JIKA AKU JATUH CINTA

Ya Allah...
Jika aku cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu.
Ya Muhaimin...
Jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya, agar tidak melebihi cintaku padaMu.
Ya Allah...
Jika aku jatuh hati, ijinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut padaMu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang semu.
Ya Rabbana...
Jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hatiMu.
Ya Rabbul Izzati...
Jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid dijalanMu.
Ya Allah...
Jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan surgaMu.
Ya Allah...
Jika aku menikmati cinta kekasihmu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirMu.
Ya Allah...
Jika aku jatuh hati pada kekasihmu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepadaMu.
Aamiin...

PESAN KEPADA KAUM BERJILBAB

Jilbabmu begitu indah dan ayu. Wajahmu berseri dan merdu. Cahayamu membutakan hati, membekukan mulut semakin kaku. Jangan kau nodai jilbabmu dengan sikapmu dengan hatimu dengan lisanmu.

Jilbab bukanlah tutup kepala, bukanlah perhiasan, bukan gaul-gaulan, tapi jilbab adalah harga dirimu wahai wanita berjilbab.

Jaga lisanmu dari janji
Jaga hatimu dari dengki
Jaga sikapmu dari duniawi
Ingatlah ketika kaum Nabi Sampai darah mereka tumpahkan
Sampai nyawa mereka korbankan
Demi mengenakan sebuah jilbab sebagai lambang kehormatan

HIJAB PADA WANITA

Hijab wanita itu ada empat...
Hijab pada wajahnya, Hijab pada mata, Hijab pada suara, Hijab pada hati.

Apa artinya?
1. Hijab pada wajah... Jangan sampai wajahnya mengundang fitnah. Kecantikan adalah buat suami, bukan pameran untuk lelaki ajnabi.
2. Hijab pada mata... Jangan matanya memandang lelaki lain selain muhramnya. Sholehah yang hakiki, tidak dipandang, tidak memandang.
3. Hijab pada suara... Jangan dilunak-lunakkan dengan tujuan memikat dan mempersona.
4. Hijab pada hati... Mengingati Allah Ta’alla ... dengan tasbih Siti Fatimah, subhanallah, alhamdulillah dan Allahu Akbar.

[Kepada kaum Hawa, tutuplah auratmu sebelum auratmu ditutup dengan kain kafan.]

INILAH ARTI CINTA SEJATI SESUNGGUHNYA

Ada kekasih yang membuktikan cintanya dengan jutaan kalimat pujian & rayuan.
Ada pula dengan sikap yang penuh kasih,.
Tak sedikit dengan pengorbanan yang meluluh lantahkan harga diri.
Ada pula dengan menguras tenaga & materi.
Namun bagiku, aku mencintaimu dengan menundukkan wajahku padamu.
Bukan karena ku ingin berpaling darimu, tapi karena aku ingin menjaga pandanganmu dari panah-panah iblis.
Aku mencintaimu dengan tidak melemah lembutkan suaraku padamu.
Bukan karena aku ingin menyakitimu, namun karena aku ingin menjaga hatimu dari bisikan syaithan yg menipu.
Aku mencintaimu dengan menjauh darimu, bukan karena aku membencimu, namun karena aku ingin menjagamu dari syahwat yang menjebak.
Aku mencintaimu dengan menjaga dirimu & diriku, menjaga kesucianmu & kesucianku, kehormatanmu & kehormatanku, menjaga kebeningan hatimu & hatiku.
Tak mengapa saat ini kita jauh, karena kelak ALLAH TA'ALA yang akan menyatukan kita dalam ikatan suci-Nya.
Sebab itu jauh lebih berarti & jauh lebih abadi, karena ku yakin, janji ALLAH TA'ALA adalah pasti, "Wanita yang baik hanya untuk laki-laki yg baik", begitupun sebaliknya.
Ya, seperti inilah aku mencintaimu.
Aku mencintaimu dengan menjaga kesucian diri, jiwa, & hatiku, hanya untuk ku persembahkan padamu kelak,
SIAPAPUN DIRIMU....

 
Design
by Lasantha | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger | cheap international calls